KITAINDONESIASATU.COM – Agama Islam adalah laksana penerang dalam kegelapan. Di mana setiap ruang dan kesempatan ada pahala serta fadhilah, seperti mengucapkan salam ketika masuk dan membaca doa keluar rumah. Dengan mengucapkan salam setiap masuk dan berdoa keluar rumah akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.
Perlu diketahui bahwa ajaran Islam adalah satu kesatuan yang utuh, berkesinambungan dan saling melengkapi. Karenanya Allah menyeru kepada hamba-hamba-Nya yang beriman agar mengikuti ajaran Islam secara sempurna.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا ادْخُلُوْا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ (٢٠٨)
Artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 208).
Terkait etika masuk dan keluar rumah dalam Islam diajarkan. Salah satu ulama besar yang mencurahkan perhatiannya terhadap persoalan etika kehidupan sehari-hari adalah Imam An-Nawawi.
Dalam kitab Al-Adzkar, beliau mengumpulkan zikir, doa dan etika muslim dari bangun tidur hingga menjelang tidur kembali.
Salah satu bab dalam kitabnya menjelaskan kaifiyah atau cara masuk dan keluar rumah sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. (An-Nawawi, Al-Adzkarun Nawawiyah.
Pertama, etika masuk ke dalam rumah. Imam An-Nawawi menjelaskan beberapa kesunahan ketika masuk ke dalam rumah, yaitu; membaca basmalah, memperbanyak dzikir kepada Allah, dan mengucapkan salam.
Hal ini berdasarkan firman Allah SWT: فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوْتًا فَسَلِّمُوْا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً … (٦١)
Artinya, “Apabila kamu memasuki rumah-rumah, hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah …” (QS An-Nur: 61).
Rasululah shaollallahu ‘alaihi wasallam mempertegas dalam haditsnya:
عَنْ اَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ لِيْ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَا بُنَيَّ اِذَا دَخَلْتَ عَلَى اَهْلِكَ فَسَلِّمْ تَكُنْ بَرَكَةً عَلَيْكَ وَعَلَى اَهْلِ بَيْتِكَ (رواه الترمذي) وقال الترمذي حديث حسن صحيح
Artinya, “Dari Anas ra, ia berkata: Rasulullah berkata kepadaku: “Wahai anakku, jika Engkau masuk ke rumah keluargamu, maka ucapkanlah salam, karena ada berkah bagimu dan keluargamu.” (HR At-Tirmidzi. ia mengatakan: “Hadits ini adalah hasan shahih.”).
Berkaitan dengan ucapan salam, Imam Malik dalam kitab Al-Muwattha` menyebutkan, jika dalam rumah tidak ada penghuninya, maka lafal salam yang diucapkan adalah:
اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ
Artinya, “Keselamatan semoga tercurah atas ku dan hamba-hamba Allah yang saleh.”
Kedua, etika keluar rumah. Imam An-Nawawi menggunakan dasar hadits Nabi shollahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan lainnya dari Anas ra:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَالَ، يَعْنِيْ اِذَا خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ: بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ، يُقَالُ لَهُ: كُفِيْتَ وَوُقِيْتَ وَهُدِيْتَ وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ. (رواه ابوداود والترمذي والنسائى)
Artinya, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa saja, ketika keluar dari rumahnya, membaca: بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ (Dengan menyebut nama Allah, saya bertawakkal kepada Allah, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali milik Allah), maka dikatakan kepadanya: “Engkau telah dicukupi, dijaga dan diberi petunjuk”, dan setan menyingkir jauh darinya.” (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasai).
Semoga dengan mengamalkan sala masuk dan doa keluar rumah mendapatkan keberkahan dalam kehidupan yang fana ini dan semoga kita dimasukkan ke dalam surganya Allah SWT. Aamiin. (*)


