KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki hari ke-21 Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia kini menapakkan kaki di sepuluh malam terakhir, fase yang disebut sebagai Itqun minan Naar atau pembebasan dari api neraka. Hari ke-21 bukan sekadar penanda hitung mundur menuju Idulfitri, melainkan gerbang utama menuju perburuan spiritual terbesar: Lailatul Qadar.
Berdasarkan riwayat hadis, malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir memiliki fadhilah (keutamaan) yang luar biasa. Puasa pada hari ke-21 ini diyakini menjadi titik awal bagi hamba Allah untuk memperketat ibadah, sebagaimana Rasulullah SAW yang mengencangkan ikat pinggangnya dan menghidupkan malam-malam ini dengan iktikaf.
Keutamaan puasa hari ke-21, di antaranya:
- Penerang Kubur: Sebagian ulama menyebutkan bahwa Allah SWT akan meluangkan kubur bagi mereka yang berpuasa dengan ikhlas hingga hari ini.
- Penyucian Diri: Momentum ini menjadi waktu di mana doa-doa mulai diijabah dengan lebih cepat bagi mereka yang menjaga kesucian puasanya dari maksiat lisan dan hati.
- Bonus Pahala Seribu Bulan: Karena termasuk malam ganjil, hari ke-21 menjadi peluang pertama bagi umat untuk mendapatkan pahala setara beribadah selama 83 tahun.
Malam ini adalah saat yang tepat untuk memperbanyak doa: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” Jangan biarkan lelah mengalahkan semangat, karena garis finis kemenangan sudah di depan mata.(*)




