KITAINDONESIASATU.COM – Tak terasa, umat Muslim kini telah memasuki hari ke-25 di bulan suci Ramadan. Di fase sepuluh malam terakhir ini, semangat ibadah justru harus semakin berlipat ganda, mengingat keberadaan malam Lailatul Qadar yang penuh kemuliaan semakin dekat di depan mata.
Berpuasa di hari ke-25 bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah perjuangan spiritual untuk meraih rida Allah SWT. Dalam berbagai literatur keislaman dan nasihat para ulama, konsistensi ibadah di pengujung bulan ini memiliki nilai yang sangat istimewa.
Allah SWT menjanjikan pengampunan dosa bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menghidupkan malam-malam terakhir dengan doa dan zikir.
Pahala berpuasa hari ini diyakini sebagai jembatan menuju pembebasan dari api neraka (itqun minan nar). Setiap detik yang dilewati dalam keadaan berpuasa, ditambah dengan sedekah dan tilawah Al-Qur’an, menjadi investasi akhirat yang tak ternilai harganya.
Rasulullah SAW mencontohkan untuk mengencangkan ikat pinggang dan memperbanyak iktikaf guna menjemput pahala yang lebih baik dari seribu bulan.
Mari jadikan momentum hari ke-25 ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri. Jangan biarkan keletihan fisik mengalahkan tekad kalbu. Sebab, di balik rasa haus yang mendera, tersimpan rahmat luas yang siap menyambut mereka yang istikamah hingga garis finis kemenangan Idulfitri.(*)




