KITAINDONESIASATU.COM – Pulau Rote, bagian dari Kabupaten Kupang, merupakan pulau paling selatan di Indonesia dan terletak di barat daya Kota Kupang.
Pulau eksotis ini dapat dicapai dalam waktu sekitar empat jam dari Kupang dengan feri antarpulau.
Perjalanan ini sebanding dengan keindahan yang ditawarkan: lanskap bawah laut yang menakjubkan, termasuk dinding karang, gua, dan tebing terjal yang mencerminkan keindahan alam daratan Rote.
Kehidupan laut di sekitar Pulau Rote sangat kaya, mulai dari ikan api hingga ikan pari.
Selain alamnya, budaya lokal juga menjadi daya tarik. Tenun ikat khas Rote dan arsitekturnya yang unik mencerminkan gaya hidup tradisional masyarakat yang bertahan sejak berabad-abad lalu.
Pulau ini juga menyimpan jejak sejarah, termasuk koleksi porselen Tiongkok kuno dan tradisi yang masih lestari.
Alat musik tradisional Rote, Sasando, terbuat dari daun lontar dan telah menjadi simbol budaya lokal.
Menurut cerita, nama “Rote” berasal dari kesalahpahaman antara pelaut Portugis dan petani lokal yang menyebut namanya saat ditanya lokasi.
Pulau Rote memiliki lanskap beragam, mulai dari sabana, perbukitan, hingga hutan akasia.
Masyarakatnya mengandalkan pohon lontar, perikanan, dan kerajinan tangan untuk hidup.
Sebelum kemerdekaan, Rote memiliki jumlah kerajaan terbanyak di Hindia Timur, yang hingga kini masih menjalankan sistem tradisional dengan wilayah kekuasaan Matahari Terbit dan Matahari Terbenam.
Rote juga terkenal di kalangan peselancar dunia, khususnya di Pantai Namberala, yang memiliki ombak ideal hasil perpaduan terumbu dangkal dan angin laut.
Selain berselancar, wisatawan juga bisa menyelam, melihat manta dan dugong, serta menjelajahi pulau-pulau terdekat seperti Dana dan Ndao.-***


