KITAINDONESIASATU.COM – Salah satu curug yang menarik perhatian wisatawan di Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang adalah Curug Sawer.
Keunikan utama dari air terjun ini adalah keberadaan dua aliran air terjun yang berbeda.
Air terjun pertama bernama Curug Lalakina, memiliki tinggi sekitar 25 meter, sementara air terjun kedua, Curug Bikang, hanya setinggi 7 meter.
Selain pesona alamnya, Curug Sawer juga dikenal karena nilai sejarah dan cerita mistis yang menyertainya.
Masyarakat setempat mempercayai adanya buaya putih gaib yang tinggal di kawasan Bikang.
Makhluk ini diyakini menjaga ketenangan dan keasrian tempat tersebut, dan konon dapat berubah wujud menjadi lelaki tua saat bulan purnama.
Mitos ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ingin mengenal budaya lokal lebih dalam.
Lingkungan di sekitar Curug Sawer sangat alami dan tenang, dikelilingi oleh bebatuan besar dan tumbuhan hijau.
Airnya yang tidak terlalu deras membuatnya aman untuk dinikmati secara langsung.
Di area Curug Bikang terdapat gua bawah air sepanjang 8 kilometer yang menuju ke Babakan Nangka, menjadi salah satu daya tarik geologis di tempat ini.
Pada musim kemarau, pengunjung bahkan bisa menyaksikan pelangi yang muncul di sekitar air terjun.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau dan pagi hari, karena jalur menuju curug cenderung licin saat hujan.
Curug Sawer juga cocok dijadikan lokasi trekking ringan, dengan jalur jalan kaki sekitar 10 menit dari titik akhir kendaraan.
Dari Jakarta, perjalanan ke lokasi memakan waktu sekitar tiga jam, melewati jalan tol dan Jalan Pantura.-***




