KITAINDONESIASATU.COM – Upacara Adat Bekudung Betiung di Desa Dayak Tumbit, Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau memang sangat menarik.
Upacara Adat Bekudung Betiung yang merupakan tradisi turun-temurun dari Suku Dayak Gaai.
Upacara ini menjadi bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah dan kesehatan yang diberikan Tuhan, sekaligus menjadi daya tarik budaya bagi para wisatawan.
Suasana Upacara
Bekudung Betiung digelar setelah musim panen, namun tidak hanya sebagai bentuk syukur.
Upacara ini juga menandai proses kedewasaan anak laki-laki yang disebut Lamko.
Suasananya meriah, melibatkan banyak warga dari desa sekitar, dan berlangsung selama tujuh hari tujuh malam.
Bagi wisatawan, ini menjadi momen spesial untuk menyelami budaya lokal dan memperpanjang waktu kunjungan di Berau.
Mengikuti Tradisi Bekudung Betiung
Ada aturan penting yang harus ditaati selama upacara berlangsung: siapa pun yang berada di Desa Dayak Tumbit tidak diperbolehkan meninggalkan desa hingga upacara selesai.
Wisatawan yang ingin berpartisipasi harus berkomitmen mengikuti prosesi penuh selama tujuh hari.
Jika melanggar, mereka dapat dikenakan sanksi adat oleh masyarakat setempat.
Upacara ini juga melibatkan Sunta, rumah khusus tempat anak laki-laki dididik dalam berbagai keterampilan seperti bertempur, berburu, menenun, dan mengukir.
Meski bagian ritual ini lebih serius dan mungkin kurang menarik bagi sebagian wisatawan, banyak yang lebih memilih mengikuti Bekudung Betiung yang berfokus pada rasa syukur atas panen dan kesehatan.
Etika untuk Wisatawan
Meski upacara ini terbuka bagi pengunjung, wisatawan harus mematuhi sejumlah aturan, seperti tidak membuat keributan dan tidak meninggalkan desa selama acara berlangsung.
Mengambil foto diperbolehkan, asalkan sudah mendapatkan izin dari tetua adat.
Sikap sopan santun dan komunikasi yang baik menjadi kunci utama selama mengikuti prosesi.
Akses Menuju Lokasi
Desa Dayak Tumbit berada di Kecamatan Sambaliung. Dari Tanjung Redeb, perjalanan darat sejauh 78 km bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2–3 jam, tergantung kondisi lalu lintas.
Disarankan mengambil rute melalui Jalan H. Isa III untuk perjalanan yang lebih cepat dan nyaman.-***


