Lifestyle

Mengenal Rumah Betang: Simbol Kehidupan Bersama ala Suku Dayak di Kalimantan

×

Mengenal Rumah Betang: Simbol Kehidupan Bersama ala Suku Dayak di Kalimantan

Sebarkan artikel ini
FotoJet 5 27
Rumah Betang di Kalimantan

KITAINDONESIASATU.COM – Rumah Betang adalah bentuk arsitektur tradisional yang mencerminkan gaya hidup komunal Suku Dayak di pedalaman Kalimantan.

Masyarakat Dayak pada masa lampau hidup secara berkelompok dalam satu hunian besar yang dikenal sebagai Rumah Betang.

Salah satu ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya yang memanjang, dengan satu pintu dan tangga masuk yang disebut hejot.

Rumah ini dibangun di atas tiang-tiang tinggi sebagai upaya perlindungan dari bahaya luar seperti serangan musuh, binatang buas, dan banjir.

Sebagian besar Rumah Betang dapat ditemukan di tepi sungai besar di wilayah Kalimantan.

Ukuran Rumah Betang tergolong besar, dengan panjang antara 30 hingga 150 meter, lebar sekitar 10–30 meter, dan tiang penyangga setinggi 3–5 meter.

Bahan bangunannya menggunakan kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), sejenis kayu keras yang tahan lama dan anti rayap, menjadikannya bahan ideal untuk konstruksi rumah ini.

Biasanya, satu Rumah Betang dihuni oleh 100 hingga 150 orang, yang terdiri dari beberapa keluarga.

Rumah ini dipimpin oleh seorang tokoh adat yang disebut Pambakas Lewu. Di dalamnya terdapat sejumlah ruang yang dihuni oleh masing-masing keluarga.

Di bagian depan rumah terdapat balai, tempat menerima tamu dan menggelar pertemuan adat.

Tak jauh dari sana terdapat sapundu, patung atau totem berbentuk manusia yang digunakan sebagai tempat mengikat hewan kurban dalam upacara adat. Beberapa Rumah Betang juga memiliki patahu, tempat ibadah yang terletak di halaman depan.

Di belakang rumah, terdapat tukau, yaitu ruang penyimpanan alat-alat pertanian seperti lisung dan halu.

Selain itu, ada pula bawong, ruangan khusus untuk menyimpan senjata.

Baik di bagian depan maupun belakang rumah, terdapat sandung, tempat penyimpanan tulang belulang anggota keluarga yang telah meninggal setelah melalui prosesi upacara tiwah.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *