KITAINDONESIASATU.COM – Kehidupan seseorang tidak akan pernah mulus dan sesuai yang direncanakan. Pasti, akan ada atau tidak sesuai yang direncanakan. Lalu berujung putus asa dan bersedih. Nah, sebagai muslim yang baik dan mengenal Allah SWT, semua itu harus dihadapi dengan ikhlas.
Dalam menjalankan kehidupan sangat penting memiliki hati yang Ikhlas, terlebih sikap tersebut adalah perbuatan yang terpuji.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Ikhlas adalah sebagai bersih hati atau tulus hati. Artinya, dalam menjalani kehidupan, manusia perlu memiliki sikap Ikhlas agar hatinya selalu bersih.
Tingkatan orang berbeda-beda mengenail Ikhlas, dalam kitab Nurudh Dholam karya Syekh Nawawi Al-Bantani, ada 3 tingkatan Ikhlas, yaitu:
- Ikhlas Karena Allah SWT
Menempatkan ikhlas karena Allah sebagai yang pertama dan utama. Dalam konteks ini, ikhlas bagi seorang mukmin saat beribadah kepada Allah dan melakukan amal saleh berarti tidak memiliki harapan apapun kecuali rida Allah.
Tidak ada keinginan untuk meraih pahala surga atau menghindari siksa neraka. Menurut pandangan Syekh Nawawi, tingkatan ikhlas seperti ini berada pada puncak tertinggi.
2. Ikhlas Karena Akhirat
Tingkatan ikhlas yang kedua melibatkan beribadah dan beramal saleh dengan harapan mendapatkan pahala, mencapai surga, dan merasa takut akan siksa neraka. Syekh Nawawi menyatakan bahwa tingkatan ikhlas ini terletak pada posisi tengah.
- Ikhlas Karena Dunia
Tingkatan ikhlas terakhir adalah beribadah dengan harapan mendapatkan balasan di dunia, seperti contohnya seseorang yang membaca Surat Al-Waqi’ah dengan harapan mendapatkan kekayaan, atau memberikan sedekah dengan harapan mendapat rezeki berlipat ganda, dan sebagainya. Syekh Nawawi menyatakan bahwa ikhlas seperti ini merupakan ikhlash yang berada pada tingkatan terendah.
Maka, dengan Ikhlas hati kita akan selalu merasa tenang dan mendapatkan kepercayaan diri. (*)





