KITAINDONESIASATU.COM – Surat Al-Maidah, surat kelima dalam Al-Qur’an, memiliki kedudukan yang sangat fundamental sebagai “puncak” dari penyempurnaan ajaran Islam. Membaca dan mendalami surat ini bukan sekadar aktivitas spiritual, melainkan upaya memahami janji setia (perjanjian) antara hamba dengan Sang Pencipta.
Salah satu keutamaan terbesarnya adalah kandungannya yang memuat ayat terakhir yang diturunkan terkait hukum, yakni penegasan bahwa agama Islam telah disempurnakan.
Membaca Al-Maidah diyakini dapat memperteguh iman dan menjaga lisan dari persaksian palsu. Surat ini menekankan pentingnya memenuhi janji dan berlaku adil, bahkan terhadap pihak yang tidak kita sukai. Secara spiritual, para ulama menyebutkan bahwa rutin mengamalkan nilai-nilai dalam surat ini dapat mendatangkan ketenangan batin dan perlindungan dari sifat khianat.
Keutamaan lainnya terletak pada kisah “Al-Maidah” (Hidangan) itu sendiri, yang melambangkan kemurahan rezeki dan pengabulan doa. Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa surat ini mengandung hukum-hukum halal dan haram yang sangat tegas.
Dengan membacanya, seorang Muslim diajak untuk lebih berhati-hati dalam menjaga konsumsi serta perilakunya sehari-hari. Menjadikan Al-Maidah sebagai bacaan rutin adalah langkah nyata untuk memperkuat integritas moral dan sosial di tengah masyarakat.(*)


