KITAINDONESIASATU.COM – Kamis (13/2/2025) malam, sebagiaan umat muslim di Indonesia melaksanakan amalan ibadah nisfu sya’ban. Mereka di antaranya membaca solawat Nabi, membaca surat yasin sebanyak 3 kali, membaca istrighfar dan memuji keagungan Allah SWT lainnya.
Nah, dengan sudah masuknya nisfu sya’ban berarti tinggal dua minggu lagi kita masuk bulan puasa Ramadan. Puasa pun sudah didepan mata. Bahkan, pengurus besar Muhammadiyah sudah mengumumkan puasa Ramadan jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025.
Bagi Anda yang masih mempunya utang puasa, masih ada waktu sekitar 14 hari untuk membayar puasa yang ditinggal pada tahun lalu. Terutama bagi kaum perempuan harus segera mengganti puasa Ramadan yang ditinggal.
Pasalnya, utang puasa yang tertinggal wajib dibayar sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.
Berikut cara membayar utang puasa Ramadan di bulan Sya’ban:
1. Niat yang Ikhlas
Niat menjadi syarat utama dalam pelaksanaan puasa, baik puasa wajib maupun sunnah. Untuk bayar utang puasa di bulan Sya’ban, niat harus diucapkan sejak malam hari sebelum fajar. Berikut bacaan niatnya:
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi Ramadan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa Ramadan karena Allah Ta’ala.”
2. Menjaga Rukun dan Syarat Puasa
Saat bayar utang puasa di bulan Sya’ban, penting untuk memperhatikan rukun dan syarat puasa, seperti menahan diri dari makan, minum, dan perbuatan yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Kesungguhan dalam menjalankan ibadah ini menjadi bukti ketaatan seorang Muslim.
3. Segera Melunasi Utang Puasa
Umat Islam dianjurkan untuk tidak menunda-nunda dalam bayar utang puasa di bulan Sya’ban. Menunda hingga Ramadan berikutnya tanpa alasan yang dibenarkan dapat berdampak pada dosa dan kewajiban membayar fidyah. Bulan Sya’ban menjadi waktu yang ideal untuk melunasinya.
4. Mengutamakan Puasa Qadha daripada Puasa Sunnah
Jika memiliki utang puasa Ramadan, lebih diutamakan untuk bayar utang puasa di bulan Sya’ban dibandingkan menjalankan puasa sunnah. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqh yang menyatakan bahwa kewajiban harus didahulukan daripada sunnah.
5. Memperbanyak Doa dan Ibadah Lainnya
Selain bayar utang puasa di bulan Sya’ban, memperbanyak ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, dan bersedekah dapat menjadi penyempurna ibadah puasa. Dengan begitu, amalan kita di bulan ini menjadi lebih sempurna dan mendapat ridha Allah SWT.
Jika utang puasa Ramadan sudah lunas, kita pun bisa memasuki bulan mulia ini dengan penuh berkah karena kewajiban yang diberikan Allah SWT sudah lunas. Kita tinggal melaksanakan ibadah puasa Ramadan dengan baik sesuai perintahan Allah SWT dan tuntunan Nabi Muhammad SAW. (***)




