KITAINDONESIASATU.COM – Malam ini, Kamis (19/3/2026), umat Muslim di seluruh penjuru tanah air memasuki malam ke-30 Ramadan 1447 H. Sebagai malam penutup rangkaian ibadah bulan suci, salat tarawih malam terakhir ini menyimpan fadhilah atau keutamaan yang sangat istimewa, sekaligus menjadi momen haru bagi para jemaah yang akan segera berpisah dengan bulan penuh ampunan.
Berdasarkan kitab Durratun Nasihin, keutamaan salat tarawih pada malam ke-30 adalah puncak dari segala ganjaran yang dijanjikan Allah SWT. Disebutkan bahwa pada malam ini, Allah berfirman: “Wahai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dengan air salsabil, dan minumlah dari telaga kautsar. Aku adalah Tuhanmu dan engkau adalah hamba-Ku.”
Hal ini melambangkan rida mutlak Sang Pencipta atas keteguhan hamba-Nya yang berhasil menuntaskan ibadah sebulan penuh.
Di berbagai masjid di Jakarta dan sekitarnya, jemaah tampak memenuhi saf dengan khidmat. Meski sebagian warga sudah mulai bersiap untuk merayakan Idulfitri pada Sabtu lusa, semangat untuk menutup Ramadan dengan husnul khatimah tetap terpancar.
Tarawih malam ke-30 bukan sekadar rutinitas, melainkan simbol kemenangan spiritual dan rasa syukur atas kekuatan yang diberikan untuk berpuasa.
Para ulama berpesan agar momentum malam terakhir ini diisi dengan doa-doa terbaik, memohon agar seluruh amal ibadah diterima dan dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan. Dengan berakhirnya tarawih malam ini, umat Muslim kini bersiap menyambut fajar kemenangan dengan hati yang bersih dan penuh harapan.(*)



