Para ahli menyarankan agar konsumsi kue Lebaran dilakukan secara moderat. Memulai hari dengan sarapan ringan serta menghindari makanan berlemak tinggi menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Sementara itu, Radwa Ahmed Shaheen mengingatkan bahwa bahaya kue Lebaran juga berkaitan dengan peningkatan berat badan dan risiko diabetes tipe 2 akibat tingginya kalori.
Selain itu, konsumsi berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan trigliserida, yang berkontribusi terhadap penyakit jantung serta gangguan hati berlemak dalam konteks kesehatan setelah Ramadan.
Dari sisi pencernaan, risiko konsumsi kue Lebaran berlebihan juga mencakup kembung dan gangguan lambung. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan gula dan lemak dalam makanan tersebut.
Untuk mengurangi bahaya kue Lebaran, disarankan mengonsumsinya setelah makan utama, memperbanyak air putih, serta menjaga asupan serat dari buah dan sayur.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki juga membantu menjaga kesehatan setelah Ramadan, sekaligus mengontrol kadar gula darah dan metabolisme tubuh.***





