Lifestyle

Lengkap! Panduan Shalat Khusuf (Gerhana Bulan) Beserta Hukum dan Tata Caranya

×

Lengkap! Panduan Shalat Khusuf (Gerhana Bulan) Beserta Hukum dan Tata Caranya

Sebarkan artikel ini
shalat
Ilustrasi.

KITAINDONESIASATU.COM – Bagi umat Islam, gerhana bulan bukan hanya pemandangan langit yang indah. Ia adalah tanda kebesaran Allah SWT sekaligus momen khusus untuk memperbanyak ibadah. Di saat itu, ada amalan sunnah yang sangat dianjurkan, yaitu shalat Khusuf (shalat gerhana bulan).

Melansir laman kemenag, ulama besar Nusantara, Syekh Nawawi Al-Bantani, dalam kitab Nihayatuz Zain menegaskan bahwa shalat Khusuf hukumnya sunnah muakkadah atau ibadah yang sangat dianjurkan. Gerakannya mirip shalat sunnah pada umumnya, hanya saja memiliki keistimewaan dalam rukuk dan sujudnya.

Syekh Nawawi kemudian menjelaskan, shalat gerhana memiliki tiga tingkatan. Pertama adalah paling minimal, yaitu dua rakaat sebagaimana shalat sunnah Zuhur.

Kedua adalah tingkat pertengahan dengan dua kali rukuk dan dua kali sujud. Ketiga adalah tingkatan sempurna, yaitu setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca surat-surat panjang sesuai kemampuan, misalnya Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, dan Al-Ma’idah atau seukuran itu. Rukuk dan sujudnya pun dilakukan sesuai panjang bacaan surat tersebut.

Adapun tata cara melaksanakan shalat gerhana bulan (khusuf) tingkat pertengahan adalah sebagaimana berikut:

1. Niat shalat gerhana yang dibarengi dengan takbiratul ihram. Adapun lafal niatnya adalah sebagaimana berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Saya niat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”

2. Membaca doa Iftitah.
3. Membaca Ta’awudz dan Al-Fatihah.
4. Membaca surat Al-Qur’an dengan jahr (lantang).
5. Rukuk pertama (lama).
6. Bangkit dari ruku (I‘tidal).
7. Membaca surat Al-Fatihah kembali.
8. Membaca surat yang lebih pendek dari surat pada poin 4.
9. Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama).
10. Bangkit dari ruku (I‘tidal).
11. Sujud pertama.
12. Duduk di antara dua sujud.
13. Sujud kedua.

Selanjutnya berdiri untuk melaksanakan rakaat kedua dan tata caranya pun sama sebagaimana pada rakaat pertama. Hanya saja, bacaan suratnya lebih pendek daripada bacaan surat pada rakaat pertama. Setelah itu, dilanjutkan dengan melakukan tasyahud akhir dan ditutup dengan salam.

Demikianlah tata cara shalat Khusuf atau gerhana bulan itu pada dasarnya adalah sama seperti shalat sunnah pada umumnya. Perbedaannya terletak pada jumlah rukuk dan sujud yang dilakukan di setiap rakaatnya. Wallahu a‘lam. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *