KITAINDONESIASATU.COM-Sebagian besar baru menyadari kerontokan rambut terjadi saat memasuki usia dewasa, namun ada juga yang mengalaminya di masa remaja. Makanya rambut rontok tidak terbatas pada usia.
Nah, kalua udah terjangkit kerontokan rambut, dampaknya kutang pede atau percaya diri. Untuk itumari kita mengenal pemicu dan tips mengatasi rambut rontok.
Kenali Penyebab Rambut Rontok Diusia Remaja
Faktor Genetika
faktor genetik dikenal sebagai alopecia androgenetik, atau kebotakan pola kerontokan rambut. Pada laki-laki, rambut mulai rontok di bagian depan dengan pola huruf M, V, atau U, dan area atas kepala. Sementara pada perempuan, rambut akan semakin tipis di bagian tengah. Walaupun biasanya terjadi di usia dewasa, kerontokan ini bisa mulai muncul di masa remaja, terutama jika ada anggota keluarga yang juga mengalaminya.
Paparan sinar matahari yang berlebihan
Sinar matahari berlebihan dapat merusak rambut, memjadi kering dan rontok. Terutama bagi remaja yang memakai topi, hijab, atau sering mengikat rambut. Sebab, rambut yang tertutup dan terikat menyebabkan sirkulasi udara menjadi terbatas, sehingga dapat menyumbat folikel rambut akibat penumpukan keringat.
Alopecia Areata
Alopecia areata adalah kondisi autoimun yang menyebabkan rambut rontok secara bercak. Dalam kondisi ini, sistem imun tubuh menyerang folikel rambut. Kerontokan bisa terjadi di kulit kepala, alis, bulu mata, atau bagian tubuh lainnya.
Malnutrisi
Malnutrisi terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Kekurangan nutrisi tertentu, seperti vitamin A, vitamin E, zinc, dan zat besi, dapat menyebabkan rambut rontok.
Kondisi Tiroid
Masalah pada kelenjar tiroid, baik produksi hormon yang terlalu sedikit atau terlalu banyak, bisa menyebabkan kerontokan rambut atau rambut menjadi rapuh. Biasanya, rambut akan menipis secara merata di seluruh kulit kepala.
Lupus
Lupus adalah kondisi autoimun yang menyerang jaringan dan organ tubuh, bisa menyebabkan gejala seperti nyeri sendi, kelelahan, ruam berbentuk kupu-kupu, dan kerontokan rambut. Kerontokan rambut pada penderita lupus biasanya terjadi secara perlahan dan bisa jadi tidak tumbuh kembali.
Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS
PCOS adalah masalah kesehatan umum pada wanita yang menyebabkan produksi hormon androgen (hormon pria) berlebih. Ketika tubuh memproduksi terlalu banyak hormon ini, dapat menyebabkan masalah seperti siklus menstruasi tidak teratur, jerawat, dan rambut menipis.
Bagaimana Cara Mengatasinya?
Keramas setiap 2-3 hari sekali
Mencuci rambut terlalu sering dapat menghilangkan minyak alami yang melindungi rambut. Keramas setiap 2–3 hari membantu menjaga keseimbangan kelembapan. Pilihlah produk yang bebas sulfat dan cocok untuk masalah kerontokan. Disarankan untuk berkeramas dengan air dingin atau hangat kuku.
Melonggarkan ikatan rambut
Mengikat rambut terlalu kencang merupakan salah satu penyebab kerontokan pada rambut. Melonggarkan ikatan atau membiarkan rambut bebas memberi folikel rambut kesempatan untuk bernapas.
Mengurangi penataan rambut berlebihan
Menggunakan alat penata rambut seperti catokan atau pengeriting secara berlebihan dapat menyebabkan kerusakan rambut. Sebaiknya, kamu perlu mengurangi penggunaannya agar kesehatan rambut tetap terjaga.
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
Makanan kaya vitamin dan mineral, seperti sayuran, buah-buahan, dan protein, mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.
Tidur yang cukup
Tidur yang berkualitas membantu tubuh memperbaiki diri, termasuk kesehatan rambut. Usahakan untuk tidak tidur di atas jam 10 malam, serta tidur selama 7-9 jam setiap malamnya.
Selalu terhidrasi
Hidrasi yang baik penting untuk kesehatan rambut. Selalu pastikan untuk minum cukup air, setidaknya 2 liter atau 8 gelas per hari, agar rambut tetap kuat dan berkilau. (dari berbagai sumber/Halodoc)



