Lifestyle

Kualitas Tidur Buruk Bisa Picu Kematian Dini, Ini Penjelasannya!

×

Kualitas Tidur Buruk Bisa Picu Kematian Dini, Ini Penjelasannya!

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 20
Tidur berperan krusial dalam menjaga kesehatan fisik

KITAINDONESIASATU.COM – Selain berjalan 10.000 langkah per hari dan menerapkan pola makan sehat yang seimbang, tidur berkualitas juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan.

Mengutip Eating Well, tidur berperan krusial dalam menjaga kesehatan fisik, kognitif, dan emosional.

Berikut adalah manfaat tidur nyenyak untuk mendukung harapan hidup yang lebih panjang.

Mengapa Tidur Nyenyak Meningkatkan Peluang Hidup Lebih Lama?

BACA JUGA: Hadirkan Cahaya Hangat dan Nyaman dengan Xiaomi Night Light 2

Dikutip dari Eating Well, tidur memiliki peran aktif dalam memperbaiki faktor-faktor penuaan.

Hal ini mencakup menjaga stabilitas genomik, mengurangi stres oksidatif, serta mendukung panjang telomer, yang semuanya berkontribusi pada kesehatan jangka panjang.

Tidur juga mendorong neuroplastisitas, kemampuan otak untuk beradaptasi, belajar, dan menyusun ulang strukturnya berdasarkan pengalaman. Proses ini penting untuk menjaga kesehatan kognitif dan membantu konsolidasi memori.

Selain itu, tidur memiliki pengaruh besar pada regulasi hormon yang mengontrol nafsu makan. Pola tidur yang cukup membantu menjaga berat badan ideal, sekaligus menurunkan risiko gangguan metabolisme.

Gangguan metabolisme dalam jangka panjang dapat memicu risiko kematian dini dan mengurangi harapan hidup.

Sebuah penelitian tahun 2023 dari American College of Cardiology juga menegaskan bahwa kualitas dan kuantitas tidur berperan dalam menurunkan risiko kematian akibat berbagai penyebab, termasuk penyakit jantung. Tidur yang cukup terbukti dapat mengurangi kemungkinan meninggal lebih dini.

Berapa Durasi Tidur Ideal?
Menurut Very Well Health, durasi tidur optimal untuk mendukung harapan hidup adalah tujuh hingga delapan jam per malam. Namun, kebutuhan tidur dapat bervariasi antara individu.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 21.000 pasangan kembar selama 22 tahun, ditemukan bahwa tidur kurang dari tujuh jam atau lebih dari delapan jam per malam meningkatkan risiko kematian masing-masing sebesar 24 persen dan 17 persen.

Selain itu, penggunaan obat tidur—yang sering menandakan adanya gangguan tidur—juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sekitar sepertiga.

Memastikan kuantitas dan kualitas tidur yang baik setiap malam menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dan mendukung peluang hidup lebih panjang.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *