KITAINDONESIASATU.COM – Bagi sebagian besar wisatawan, Kabupaten Boven Digoel mungkin belum begitu dikenal karena letaknya yang terpencil di Provinsi Papua, wilayah paling timur Indonesia.
Namun, meski akses ke daerah ini memerlukan perjalanan panjang, pengalaman yang ditawarkan sangat layak untuk dijelajahi, terutama karena nilai historisnya yang kuat.
Sebelum menjelajahi Boven Digoel lebih jauh, Kota Tanah Merah bisa menjadi tempat singgah yang ideal karena fasilitas dan akomodasinya yang lebih memadai dibanding daerah sekitarnya.
Tanah Merah menawarkan suasana yang tenang namun lebih hidup dibanding wilayah pedalaman lainnya, berkat keberadaan Bandara Tanah Merah yang memudahkan akses.
Terletak di wilayah barat Papua, kota ini memiliki beberapa hotel dan fasilitas umum yang cocok untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Menariknya, kota ini memiliki sejarah penting: meskipun tidak pernah dikuasai Jepang saat Perang Dunia II, Belanda menjadikannya sebagai lokasi pengasingan politik.
Karena itu, berbagai bangunan bersejarah masih bisa ditemukan hingga kini.
Hal utama yang bisa dinikmati di Tanah Merah adalah jejak sejarah kolonial.
Untuk menggali lebih dalam, sebaiknya wisatawan menyewa pemandu lokal yang bisa menjelaskan sejarah pengasingan di era Belanda dan menunjukkan lokasi-lokasi bersejarah penting.
Salah satunya adalah Kamp Boven Digoel, bekas penjara peninggalan Belanda yang kini menjadi objek wisata bersejarah.
Wisatawan bisa menjelajah area penjara, mengambil foto, dan memahami cerita di baliknya—dengan bantuan pemandu.
Tak hanya sejarah, wisatawan juga dapat merasakan kehidupan budaya lokal.
Tiga suku utama yang mendiami wilayah ini adalah Muyu, Mandobo, dan Auyu.
Setiap suku memiliki karakter unik dalam tradisi dan cara hidup, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin mengenal budaya Papua lebih dekat.
Cara Menuju Kota Tanah Merah
Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Jayapura, ibu kota Papua, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Sentani, dengan waktu tempuh sekitar 5 jam 15 menit.
Setelah itu, penerbangan dilanjutkan dengan pesawat jenis ATR menuju Bandara Tanah Merah di Boven Digoel, yang memakan waktu sekitar 1 jam, tergantung kondisi cuaca.-***


