KITAINDONESIASATU.COM – Orang Indonesia terkenal sangat menyukai makanan gorengan. Bahkan, harus ada setiap hari gorengan di meja makan untuk ‘teman’ ngopi. Wah, padahal makanan gorengan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh dan bisa berujung pada kematian. Jadi bagaimana dong solusinya?
dr. Saddam Ismail mengatakan, bahwa perlu diingat dulu bahwa risiko bagi kesehatan akan nilai gizinya, yakni nilai nutrinya berubah, kalorinya bertambah dan mengandung lemak dan mengandung garam. Apalagi menggunakan minyak yang sudah berkali-kali untuk menggoreng makanan.
Orang Indonesia memang dikenal orang yang praktis dan simpel dalam hal makanan. Cukup makanan hanya digoreng dan lalu dimakan. Jika ini dilakukan terus-menerus akan membahayakan bagi kesehatan tubuh. Jadi berhati-hatilah dalam memilih dan mengelola makanan.
Penyakit yang akan ditimbulkan bagi yang gemar makan gorengan yakni penyakit diabetes tipe 3, penyakit jantung, penyakit stroke, penyakit darah tinggi, risiko obesitas, dan adanya kolesterol.
Ia menyebutkan, dalam sebuah penelitan bahwa pria yang sering mengonsumsi gorengan sekali dalam seminggu akan menimbulkan kanker prostat.
Sementara ia mengingatkan kepada para wanita hamil untuk tidak memakan-makanan gorengan, karena akan berbahaya bagi sang ibu dan janin dalam kandungan. Hal ini karena makan gorengan menyebabkan hipertensi dalam kehamilan.
Makan Gorengan Tetap Sehat
Kamu ingin tetap makan-makanan gorengan, dan tubuh tetap sehat bisa dengan mengubah minyaknya menjadi sehat. Seperti menggunakan minyak Kanola, minyak Zaitun, Minyak Biji Bunga Matahari, minyak jagung atau pun minyak yang lainnya. Catatan, penggunaan minyak hanya sekali saja.
Jika setelah habis menggoreng sebelum makanan gorengan ditaruh ke piring alasi dahulu dengan kertas yang bersih. Hal ini agar minyak menumpuk di kertas. Intinya ini solusi bagi orang yang tidak bisa meninggalkan makan-makanan gorengan, dan juga harus secara pelan-pelan untuk meninggalkan makan-makanan gorengan.
Demikianlah sejumlah tips dari dr. Saddam Ismail yang bisa menambah referensi bagi kesehatan kita. (*)


