KITAINDONESIASATU.COM – Memasuki hari ke-18 Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Minggu (8/3/2026), umat Muslim kini berada di penghujung fase kedua Ramadan, yaitu fase Maghfirah atau pengampunan. Hari ke-18 memiliki makna spiritual yang mendalam sebagai momentum untuk memperkuat konsistensi ibadah sebelum memasuki sepuluh malam terakhir yang penuh kemuliaan.
Salah satu keutamaan besar pada hari ke-18 adalah limpahan ampunan dari Allah SWT. Dalam beberapa literatur keutamaan harian Ramadan, disebutkan bahwa pada hari ini Allah SWT memerintahkan malaikat Jibril, Mikail, Israfil, serta para malaikat pemikul Arasy untuk memohonkan ampunan bagi umat Muhammad SAW yang menjalankan puasa dengan penuh keimanan.
Doa dari para malaikat ini menjadi jaminan kasih sayang Allah bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat.
Selain itu, hari ke-18 menjadi pengingat bagi kaum mukmin untuk tidak mengendurkan semangat (futur). Setelah melewati lebih dari separuh perjalanan, fisik mungkin mulai merasa lelah, namun batin harus tetap terjaga.
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa setiap tetes keringat dan rasa lapar yang tertahan di siang hari akan menjadi saksi yang meringankan hisab di akhirat kelak.
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan sedekah pada hari ini. Dengan meraih pengampunan di hari ke-18, diharapkan hati menjadi lebih bersih dan siap menyambut datangnya malam Lailatul Qadar yang sudah semakin dekat di depan mata.(*)




