Lifestyle

Keutamaan Dahsyat Salat Jumat Lebih Awal: Dicatat Malaikat, Diberkahi Allah!

×

Keutamaan Dahsyat Salat Jumat Lebih Awal: Dicatat Malaikat, Diberkahi Allah!

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi salat. (Ist)
Ilustrasi sedang salat (Foto: Freepik)

KITAINDONESIASATU.COM – Tak semua yang datang salat Jumat mendapatkan pahala sempurna. Rasulullah SAW sudah menegaskan dalam sabdanya. Antara lain yang diungkap dalam hadits berikut ini, sebagaimana dilansir dari NU Online:

مَنْ رَاحَ إِلَى الْجُمُعَةِ فِي السَّاعَةِ الْأُوْلَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدْنَةً وَمَنَ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كِبَشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامَ طُوِيَتِ الصُّحُفُ وَرُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَاجْتَمَعَتِ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ الْمِنْبَرِ يَسْتَمِعُوْنَ الذِّكْرَ فَمَنْ جَاءَ بَعْدَ ذَلِكَ فَإِنَّمَا جَاءَ لِحَقِّ الصَّلَاةِ لَيْسَ لَهُ مِنَ الْفَضْلِ شَيْءٌ

Artinya: “Siapa saja yang berangkat salat Jumat pada jam pertama, seakan-akan berkurban dengan seekor unta. Siapa saja yang berangkat pada jam kedua, seakan-akan berkurban dengan seekor sapi. Siapa saja yang berangkat pada jam ketiga, seakan-akan berkurban dengan kambing bertanduk. Siapa saja yang berangkat pada jam keempat, seakan-akan menghadiahkan seekor ayam jantan. Siapa saja yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan menghadiahkan sebutir telur. Setelah imam keluar, maka catatan amal sudah ditutup, qalam pencatat sudah dianggat, dan para malaikat berkumpul di minbar untuk mendengarklan zikir. Siapa saja yang datang setelah itu, maka ia datang hanya untuk memenuhi hak shalat dan tidak mendapatkan keutamaan apa-apa, (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Baca Juga  Tonton 'Last Summer', Kisah Cinta Segitiga Tragis, Saudara Kembar, Identitas Palsu dan Rasa Cinta yang Tak Kunjung Mati!

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/lifestyle/hari-jumat-penuh-berkah-ini-amalan-bikin-hidup-makin-diberkahi/

Dalam hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menggambarkan tingkatan keutamaan waktu kedatangan ke masjid. Dari yang datang pada jam pertama dan dicatat seperti berkurban dengan unta, hingga yang datang paling akhir sebelum khutbah dimulai, hanya dianggap sekadar menunaikan kewajiban, tanpa pahala tambahan apa pun.

BACA JUGA: https://www.kitaindonesiasatu.com/lifestyle/disunahkan-mandi-jumat-berikut-niat-dan-tata-caranya/?relatedposts_hit=1&relatedposts_origin=101057&relatedposts_position=2

Ulama berbeda pendapat soal makna “jam pertama”. Ada yang menganggap dimulai sejak fajar terbit, seperti pendapat al-Ghazali dan mayoritas ulama Syafi’iyah. Ada pula yang menyebut setelah matahari tergelincir. Namun, semua sepakat bahwa yang datang lebih awal, dialah yang paling beruntung.

Baca Juga  Zodiak Paling Beruntung dengan Rezeki Melimpah pada Rabu 16 April 2025, Kamu Termasuk?

Imam al-Nawawi rahimahullah menegaskan, inti dari hadits ini adalah dorongan kuat agar kita segera berangkat ke masjid, tanpa menunda-nunda hingga azan kedua. Bahkan Rasulullah SAW bersabda:

“Ada tiga perkara yang seandainya manusia tahu keutamaannya, mereka akan berlomba seperti unta balap: azan, barisan pertama, dan berangkat salat Jumat lebih awal.” (HR. Bukhari-Muslim)

Dikisahkan, sahabat Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu pernah datang ke masjid Jumat dan mendapati sudah ada tiga orang lebih dulu. Ia pun menyesali dirinya:

“Aku adalah orang keempat, sedangkan orang keempat tak lagi disebut ‘datang lebih awal’.”

Baca Juga  Panduan Lengkap Belanja dan Wisata Kuliner di Nagoya Hill Batam

Bahkan para malaikat pun memperhatikan siapa saja yang datang terlambat, lalu mendoakan mereka yang terhalang karena alasan syar’i, dan menegur mereka yang lalai hanya karena dunia.

Semoga Allah SWT beri kita taufik untuk senantiasa mengejar keutamaan, bukan sekadar kewajiban. Aamiin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *