Selain itu, ada tradisi “Lebaran Ketupat” yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri, di mana masyarakat membuat ketupat untuk disantap bersama sebagai simbol persatuan dan kasih sayang.
Ini menunjukkan bahwa ketupat bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari ritual sosial yang memperkuat hubungan antaranggota masyarakat.
Ketupat menjadi hidangan wajib saat Lebaran karena sejarahnya yang kaya, makna simbolisnya yang mendalam, serta keterkaitannya dengan tradisi bermaaf-maafan dan kebersamaan.
Dengan menyajikan ketupat, umat Islam tidak hanya merayakan kemenangan setelah bulan puasa tetapi juga mengingat pentingnya saling memaafkan dan berbagi kasih sayang di antara sesama.***


