Karena itu, efek kopi setelah berbuka puasa bisa terasa lebih intens—baik sebagai solusi cepat maupun pemicu ketergantungan jika dikonsumsi berlebihan.
Dimensi psikososial juga tak kalah penting. Dalam budaya Arab dan Indonesia, kopi bukan sekadar minuman, melainkan ritual yang memperkuat ikatan keluarga saat puasa Ramadan.
Penelitian di Journal of Caffeine Research mencatat bahwa efek kopi setelah berbuka puasa bisa tumpang tindih antara kebutuhan fisiologis dan kebiasaan sosial, memperumit pemahaman tentang kafein dan otak.
Bagaimana dengan kualitas tidur? Studi Christopher Drake di Journal of Clinical Sleep Medicine (2025) menemukan bahwa konsumsi kopi bahkan 6 jam sebelum tidur dapat mengurangi durasi dan kualitas istirahat.
Karena banyak yang minum kopi usai Tarawih, efek kopi setelah berbuka puasa berpotensi memperburuk pola tidur selama puasa Ramadan, yang pada gilirannya memengaruhi regulasi kafein dan otak.
Ada detail krusial lain: interaksi kopi dengan penyerapan zat besi. Penelitian di American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa minum kopi bersamaan dengan makan dapat menurunkan penyerapan zat besi non-heme hingga 39%.


