Penelitian terbaru juga menguatkan temuan tersebut.
Studi eksperimental dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan bahwa manfaat tidur siang tidak hanya menurunkan rasa kantuk, tetapi juga meningkatkan respons mental dan refleks. Efek ini relevan bagi produktivitas harian selama puasa Ramadan.
Dari sisi neurologis, riset mutakhir menemukan bahwa tidur singkat berperan dalam proses pemulihan koneksi otak.
Tidur siang saat Ramadan disebut membantu otak menyegarkan kembali jalur pemrosesan informasi, sehingga pembelajaran dan konsentrasi dapat berlangsung lebih efisien.
Namun, durasi tetap menjadi faktor penting. Durasi tidur siang ideal saat puasa umumnya berada di kisaran 20–30 menit untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa memicu rasa berat setelah bangun.
Tidur yang lebih lama memang dapat memperbesar manfaat tidur siang, tetapi berisiko menimbulkan sleep inertia atau kelesuan sementara.





