Ia menilai penggunaan vitamin D dalam menekan risiko diabetes dapat menjadi bagian dari terapi yang disesuaikan untuk pasien pradiabetes dalam pendekatan vitamin D kurangi risiko diabetes tipe 2.
Penelitian ini merupakan lanjutan dari uji klinis sebelumnya yang dikenal sebagai studi D2D pada 2019, yang melibatkan sekitar 2.100 peserta pradiabetes.
Mereka diberikan suplemen vitamin D selama empat tahun untuk melihat dampaknya terhadap risiko diabetes dalam skema vitamin D kurangi risiko diabetes tipe 2.
Hasil awal studi tersebut tidak menunjukkan penurunan signifikan. Namun, analisis terbaru tahun 2026 menemukan bahwa peserta dengan kadar vitamin D tertentu memiliki risiko diabetes yang lebih rendah, terutama dalam kelompok pradiabetes yang sesuai dengan kriteria vitamin D kurangi risiko diabetes tipe 2.
Peneliti menemukan bahwa kadar vitamin D antara 40–50 ng/mL berkaitan dengan penurunan risiko diabetes.
Hal ini diduga terkait dengan fungsi reseptor vitamin D dalam tubuh yang berperan penting pada penderita pradiabetes dalam mekanisme vitamin D kurangi risiko diabetes tipe 2.
Ahli endokrinologi Gillian Goddard menjelaskan bahwa reseptor ini membantu menjaga fungsi sel beta pankreas yang memproduksi insulin.


