KesehatanLifestyle

Terobosan Ilmiah: Diet Pembatasan Kalori Intermiten Picu Perubahan Otak dan Usus, Efektif Atasi Obesitas

×

Terobosan Ilmiah: Diet Pembatasan Kalori Intermiten Picu Perubahan Otak dan Usus, Efektif Atasi Obesitas

Sebarkan artikel ini
Pembatasan kalori secara intermiten
Pembatasan kalori secara intermiten (iStock)

Secara khusus, transformasi mikrobioma usus – yang diperiksa lewat sampel tinja dan pengukuran darah – terkait erat dengan zona otak tertentu.

Misalnya, bakteri Coprococcus comes serta Eubacterium hallii berkorelasi negatif dengan aktivitas gyrus orbital inferior kiri, yang mengelola fungsi eksekutif termasuk pengaturan konsumsi makanan.

Peneliti medis Xiaoning Wang dari Pusat Geriatri Nasional Tiongkok meyakini bahwa mikrobioma usus berkomunikasi secara dua arah yang kompleks dengan otak.

Mikrobioma menghasilkan neurotransmiter dan neurotoksin yang sampai ke otak melalui jalur saraf serta peredaran darah. Sebaliknya, otak mengatur perilaku makan, sementara zat gizi dari pola makan memodifikasi komposisi mikrobioma usus.

Obesitas memengaruhi lebih dari satu miliar penduduk dunia, meningkatkan ancaman berbagai gangguan kesehatan dari kanker hingga kardiovaskular.

Memahami lebih jauh ketergantungan mutual antara otak dan usus berpotensi memberikan kontribusi besar dalam pencegahan serta pengurangan obesitas secara efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *