Tahap kedua berupa intervensi diet yang dilakukan di Selandia Baru dan Jerman, masing-masing melibatkan 12 peserta.
Setiap peserta mengonsumsi sekitar 250 mg vitamin C per hari dari dua buah kiwi. Sampel kulit diambil sebelum dan sesudah intervensi, lalu dianalisis secara mendetail, termasuk ketebalan, elastisitas, perlindungan terhadap UV, serta laju pembaruan sel kulit.
Tim peneliti menegaskan bahwa manfaat ini tidak terbatas pada kiwi. Buah jeruk, beri, paprika, hingga brokoli yang kaya vitamin C diyakini dapat memberikan efek serupa jika dikonsumsi secara rutin.
Menurut Vissers, kunci utama adalah menjaga kadar vitamin C dalam darah tetap optimal. Karena tubuh tidak menyimpan vitamin C, asupan harian perlu dijaga secara konsisten melalui pola makan sehat.***


