Meski begitu, tidak semua bentuk minyak ikan memiliki efek yang sama. Produk resep dengan dosis tinggi dan formulasi murni masih digunakan untuk pasien berisiko tinggi.
Biasanya, jenis ini diberikan sebagai bagian dari terapi kombinasi dengan obat lain, bukan sebagai pengganti utama.
Para ahli juga mengingatkan bahwa ketergantungan pada suplemen bisa menimbulkan rasa aman semu.
Hal ini berpotensi membuat seseorang menunda pengobatan yang telah terbukti efektif, sehingga meningkatkan risiko komplikasi jangka panjang.
Sebagai alternatif, konsumsi ikan secara langsung dinilai lebih baik dibandingkan suplemen minyak ikan.
Ikan mengandung nutrisi lengkap yang tidak selalu tersedia dalam bentuk kapsul, sehingga lebih mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Kesimpulannya, apakah minyak ikan efektif menurunkan kolesterol masih belum terbukti secara kuat. Pendekatan terbaik tetap menggabungkan pola makan sehat dengan pengobatan medis yang tepat.***


