Prof. Tim Spector dari King’s College London menegaskan bahwa manfaatnya lebih cenderung berkaitan dengan pola makan berbasis bahan pangan alami dan kebiasaan hidup sehat secara keseluruhan.
Para peneliti juga menyepakati bahwa antioksidan berperan dalam meredakan inflamasi, yaitu reaksi tubuh terhadap patogen yang menyerang. Ketika radikal bebas menumpuk, peradangan pun meningkat.
Makanan seperti teh hijau dan buah beri merupakan sumber antioksidan yang menonjol, namun tubuh juga dapat memproduksi antioksidan alami seperti glutathione dan asam alfa-lipoat.
Vitamin C, E, beta-karoten serta mineral selenium dan mangan pun termasuk antioksidan kuat, hadir dalam makanan seperti kopi, blueberry, hingga cokelat hitam.
Dalam studi pada 2010 yang membandingkan 3.100 jenis makanan, minuman, rempah, dan suplemen, ditemukan bahwa diet berbasis tumbuhan menawarkan perlindungan tertinggi dari stres oksidatif—bahkan mengandung antioksidan 5 hingga 33 kali lebih banyak dibanding produk hewani.
Kayu manis, allspice, cokelat hitam, teh, kopi, basil, kangkung, hingga artichoke masuk daftar teratas.


