Hasilnya, mereka yang meminum kakao rendah flavanol menunjukkan tanda-tanda penurunan fungsi arteri dan tekanan darah meningkat. Sebaliknya, kelompok yang mengonsumsi kakao kaya flavanol tetap memiliki fungsi arteri yang stabil.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Physiology ini merupakan temuan pertama yang membuktikan bahwa flavanol dapat mencegah gangguan relaksasi pembuluh darah akibat terlalu lama duduk.
Para ahli juga berencana meneliti bagaimana siklus hormonal wanita dapat memengaruhi efektivitas flavanol dalam studi lanjutan.
Menurut Dr. Catarina Rendero dari University of Birmingham, mengonsumsi makanan dan minuman kaya flavanol selama periode duduk lama merupakan cara sederhana untuk melindungi sistem pembuluh darah.
Flavanol diketahui memiliki kandungan antioksidan tinggi serta membantu melawan peradangan. Selain dari kakao, senyawa ini juga bisa ditemukan pada teh hijau dan merah, apel, pir, buah beri, serta kacang-kacangan.***

