KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah riset besar dari Swedia menemukan bahwa konsumsi beberapa jenis keju berlemak utuh serta krim penuh lemak berkaitan dengan risiko demensia dan Alzheimer yang lebih rendah.
Temuan ini mematahkan anggapan lama bahwa lemak jenuh dari produk susu selalu berdampak buruk bagi kesehatan otak.
Penelitian yang dilakukan tim ilmuwan dari Universitas Lund ini dipublikasikan pada Rabu dalam jurnal ilmiah Neurology. Para peneliti menilai, tidak semua jenis lemak makanan memiliki efek yang sama terhadap fungsi kognitif.
Demensia sendiri merupakan gangguan progresif yang ditandai dengan penurunan kemampuan berpikir, mengingat, berkonsentrasi, hingga mengambil keputusan, yang pada akhirnya mengganggu aktivitas dan kemandirian.
Alzheimer tercatat sebagai jenis demensia paling umum, disusul demensia vaskular yang berhubungan dengan aliran darah ke otak.
Dalam studi ini, lebih dari 27.000 warga Swedia dengan usia rata-rata 58 tahun dipantau selama sekitar 25 tahun. Selama masa tersebut, sekitar 3.200 partisipan didiagnosis mengalami demensia.

