Benjamin Wolfe, peneliti epidemiologi genetik dari University of Bristol, menegaskan bahwa uji klinis skala besar masih diperlukan untuk memastikan apakah minuman berkafein tanpa kalori benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai strategi mengurangi risiko obesitas dan diabetes.
Menurutnya, meski dampak metabolik kafein terbilang moderat, pengaruhnya bisa signifikan bagi kesehatan masyarakat mengingat konsumsi kafein yang sangat luas di seluruh dunia.***



