KesehatanLifestyle

Studi Terbaru: Keju dan Krim Penuh Lemak Dikaitkan dengan Risiko Demensia Lebih Rendah

×

Studi Terbaru: Keju dan Krim Penuh Lemak Dikaitkan dengan Risiko Demensia Lebih Rendah

Sebarkan artikel ini
Keju dan krim
Keju dan krim (Freepik)

KITAINDONESIASATU.COM – Mengonsumsi keju dan krim penuh lemak dalam jumlah lebih tinggi dikaitkan dengan risiko demensia yang lebih rendah di usia lanjut. Temuan ini terungkap dalam studi jangka panjang yang dipublikasikan pada 17 Desember 2025 di jurnal Neurology milik American Academy of Neurology.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa hasil ini menunjukkan hubungan atau asosiasi, bukan bukti langsung bahwa produk susu tinggi lemak dapat mencegah demensia.

Dalam penelitian ini, keju penuh lemak didefinisikan sebagai keju dengan kandungan lemak di atas 20%, termasuk jenis yang umum dikonsumsi seperti cheddar, Brie, dan Gouda.

Baca Juga  Mengintip Keindahan Amlapura, Kota Bersejarah di Timur Bali

Sementara itu, krim penuh lemak mengandung sekitar 30–40% lemak, seperti krim kocok, krim ganda, dan krim kental yang biasanya dijual sebagai produk “full fat”.

“Selama bertahun-tahun, diet rendah lemak sering dipromosikan sebagai pilihan yang lebih sehat, bahkan membuat keju dicap sebagai makanan yang sebaiknya dibatasi,” ujar Emily Sonestedt, PhD, peneliti dari Universitas Lund, Swedia.

“Namun hasil kami menunjukkan bahwa beberapa produk susu tinggi lemak justru berhubungan dengan risiko demensia yang lebih rendah,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *