Peneliti juga membuka kemungkinan bahwa remaja dengan kondisi emosional tertentu cenderung memiliki preferensi konsumsi berbeda, termasuk terhadap minuman manis.
Oleh karena itu, interpretasi atas hubungan minuman manis dan kesehatan mental remaja memerlukan kehati-hatian.
Secara umum, studi ini memperkaya pemahaman mengenai dinamika hubungan minuman manis dan kesehatan mental remaja.
Para peneliti menilai temuan tersebut dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan guna menjelaskan mekanisme yang berpotensi berkontribusi pada kecemasan remaja.***


