Pemindaian fMRI memperlihatkan perubahan aktivitas pada beberapa bagian otak yang terkait dengan regulasi nafsu makan, kecanduan makanan, hingga kontrol perilaku, terutama area bernama inferior frontal orbital gyrus yang berhubungan dengan dorongan dan respons terhadap makanan.
Peneliti Qiang Zheng dari National Clinical Research Center for Geriatric Diseases, China, mengatakan bahwa metode IER mengubah “poros otak–usus–mikrobioma” secara nyata.
Bakteri usus dan aktivitas otak yang berkaitan dengan perilaku makan tampak berubah dengan cepat sepanjang proses penurunan berat badan.
Analisis fecal dan sampel darah pun menegaskan adanya perubahan komposisi mikrobioma usus.
Sejumlah bakteri seperti Coprococcus comes dan Eubacterium hallii berhubungan dengan penurunan aktivitas di area otak yang memproses pengambilan keputusan, mengisyaratkan adanya hubungan antara keseimbangan bakteri di usus dan kemampuan otak mengatur nafsu makan.
Menurut peneliti Xiaoning Wang, mikrobioma berkomunikasi dua arah dengan otak melalui neurotransmiter dan zat yang memengaruhi sistem saraf, sementara otak kembali mengontrol pola makan manusia.


