KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah penelitian ilmiah terbaru memunculkan temuan yang mengejutkan dan berpotensi mengubah cara dunia memahami obesitas serta mekanisme penurunan berat badan.
Riset tersebut menunjukkan bahwa pola makan dengan pembatasan kalori intermiten, dikenal sebagai Intermittent Energy Restriction (IER), tak hanya menurunkan berat badan, tetapi juga memicu perubahan simultan pada otak dan usus — dua area yang sejak lama dianggap berperan erat dalam pengendalian nafsu makan serta perilaku makan seseorang.
Studi yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Cellular and Infection Microbiology dan dikerjakan oleh tim ilmuwan di China itu melibatkan 25 peserta obesitas selama 62 hari.
Mereka mengikuti protokol ketat berupa pengurangan kalori pada hari-hari tertentu.
Dalam periode tersebut, para peserta kehilangan rata-rata 7,6 kg, atau sekitar 8 persen dari bobot awal — angka yang cukup signifikan dalam waktu singkat.
Namun, temuan terpenting tidak hanya berhenti pada turunnya berat badan.


