KITAINDONESIASATU.COM – Perubahan pola makan Ramadan sering membuat banyak orang melakukan kesalahan saat mengatur makanan antara buka puasa dan sahur. Kebiasaan mengonsumsi lemak, gula, dan pati berlebihan dapat berdampak pada pencernaan, energi tubuh, hingga kadar gula darah.
Sebuah laporan kesehatan menyebutkan pentingnya menerapkan aturan diet Ramadan agar tubuh tetap seimbang selama berpuasa. Pola makan yang tidak terkontrol dapat memicu masalah seperti kembung, sembelit, kelelahan, hingga kenaikan berat badan.
Laporan yang dipublikasikan oleh situs kesehatan Atlas Üniversitesi Hastanesi menjelaskan bahwa pengaturan pola makan Ramadan memiliki pengaruh langsung terhadap aktivitas harian dan kesehatan sistem pencernaan.
Dengan menerapkan aturan diet Ramadan agar tubuh tetap sehat, seseorang dapat mengurangi gangguan pencernaan setelah makan, mencegah rasa kantuk berlebihan setelah berbuka, serta menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
Berikut 10 aturan diet Ramadan yang disarankan untuk menjaga keseimbangan tubuh antara buka puasa dan sahur:
1. Mulai buka puasa secara bertahap
Salah satu aturan diet Ramadan adalah memulai buka puasa dan sahur dengan cara bertahap. Disarankan meminum air dalam jumlah cukup, kemudian dilanjutkan dengan sup hangat ringan sebelum menyantap makanan utama agar perut tidak kaget.

