Tim peneliti kesehatan masyarakat dari Flinders University, Australia, menganalisis data hampir 9.700 wanita Amerika berusia di atas 65 tahun.
Para peserta mengisi kuesioner tentang kebiasaan minum teh dan kopi sebanyak empat kali dalam rentang waktu sekitar satu dekade.
Selain itu, peneliti juga mengukur kepadatan mineral tulang menggunakan pemindaian sinar-X ganda (DXA) pada tulang pinggul dan leher tulang paha, dua area yang paling sering terdampak osteoporosis.
Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang rutin minum teh memiliki kepadatan mineral tulang pinggul sedikit lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang atau tidak mengonsumsi teh.
Efek ini diduga berasal dari kandungan katekin dalam teh, senyawa antioksidan yang berperan dalam merangsang sel pembentuk tulang.
Manfaat tersebut bahkan terlihat lebih signifikan pada wanita dengan indeks massa tubuh tinggi.


