“Walaupun perubahannya terlihat kecil, hanya sekitar satu tahun perbedaan usia otak, dampaknya bisa sangat besar jika dilihat dalam rentang puluhan tahun,” ujar Dr. Wan.
Kenapa Olahraga Berpengaruh?
Para peneliti menyebutkan sejumlah faktor yang diduga berperan dalam efek positif olahraga aerobik terhadap otak. Di antaranya peningkatan kebugaran fisik, perubahan komposisi tubuh, penurunan tekanan darah, serta meningkatnya kadar Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF).
BDNF sendiri dikenal sebagai protein penting yang mendukung plastisitas otak, termasuk kemampuan otak untuk beradaptasi dan membentuk koneksi baru.
Fokus pada Usia Dewasa Awal
Berbeda dari banyak studi sebelumnya yang menitikberatkan pada lansia, penelitian ini justru menyasar kelompok dewasa awal hingga paruh baya. Pada fase ini, perubahan otak biasanya sulit terdeteksi, namun upaya pencegahan diyakini memberi manfaat jangka panjang yang lebih besar.

