Mengutip gazeta.ru, Moskalov mewanti-wanti bahwa kebiasaan tidur tidak berkualitas, atau yang ia sebut sebagai “tidur dangkal”, dapat mempercepat kerusakan sel dan organ dalam jangka panjang.
Ia juga menyoroti faktor lain yang ikut mempercepat penuaan, yakni tingginya kadar gula darah dan peradangan tersembunyi.
Moskalov menjelaskan bahwa risiko penyakit kronis meningkat ketika kadar CRP (C-Reactive Protein) berada di atas angka 2, yang menunjukkan kondisi inflamasi akibat penuaan. Sementara itu, nilai CRP di bawah 0,5 dianggap ideal.
Hemoglobin diabetik juga menjadi indikator penting karena berkaitan dengan kondisi pradiabetes. Menurutnya, penuaan jenis ini dipicu oleh proses glikasi, di mana gula membuat struktur protein tubuh menjadi kaku—dan kerusakan ini bersifat permanen.***


