2. Perubahan Hormon di Dalam Tubuh
Selain melemahnya fungsi sel Leydig, perubahan hormonal lain turut mempercepat turunnya testosteron. Salah satunya adalah meningkatnya SHBG, protein pengangkut hormon yang mengikat testosteron di aliran darah.
Testosteron yang terikat SHBG menjadi tidak aktif dan tidak bisa memberikan efek fisiologis.
Dengan bertambahnya usia, kadar SHBG meningkat, sehingga jumlah testosteron aktif menurun drastis meski total testosteron tetap terlihat normal.
Karena itu, pria paruh baya bisa menunjukkan gejala seperti mudah lelah, penurunan libido, hingga berkurangnya massa otot.
3. Gaya Hidup Buruk & Penyakit Tertentu
Faktor lain yang mempercepat penurunan testosteron adalah obesitas, penumpukan lemak perut, serta berat badan berlebih. Lemak visceral terbukti memicu peradangan, meningkatkan SHBG, dan mengganggu fungsi endokrin.


