Menariknya, lansia yang tidak makan daging merah tetapi masih mengonsumsi ikan, telur, atau produk susu tidak menunjukkan risiko umur panjang yang lebih rendah.
Artinya, fleksibilitas pola makan berperan besar dibandingkan label “pemakan daging” atau “vegetarian” semata.
Kesimpulannya, kebutuhan nutrisi tidak bersifat statis sepanjang hidup. Pola makan yang ideal di usia 40 atau 50 tahun belum tentu optimal saat memasuki usia 90 tahun.
Pola makan nabati tetap sehat, namun pada usia lanjut perlu perencanaan lebih matang—termasuk kemungkinan tambahan suplemen—agar kebutuhan gizi tercukupi dan kualitas hidup tetap terjaga.***


