Selama ini, diet berbasis tanaman dikenal luas mampu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga obesitas—terutama pada usia dewasa dan paruh baya.
Perbedaannya terletak pada perubahan kebutuhan tubuh seiring bertambahnya usia.
Setelah melewati usia 80 tahun, banyak orang mengalami penurunan nafsu makan, berkurangnya massa otot, serta melemahnya kepadatan tulang.
Pada fase ini, ancaman terbesar bukan lagi penyakit kronis jangka panjang, melainkan kerapuhan fisik dan kekurangan gizi.
Protein menjadi nutrisi kunci, bersama vitamin B12, kalsium, dan vitamin D. Asupan ini berperan penting dalam menjaga kekuatan otot, keseimbangan tubuh, dan kualitas hidup lansia.
Studi tersebut juga mencatat bahwa risiko lebih rendah untuk mencapai usia 100 tahun pada non-pemakan daging terutama terjadi pada lansia yang memiliki berat badan di bawah normal.


