Dalam konteks ginjal, omega-3 juga mengurangi proteinuria (kebocoran protein dalam urine), menurunkan tekanan darah → mengurangi beban pada ginjal, dan melindungi nefron dari stres oksidatif
Apa Artinya bagi Manusia?
Meski penelitian dilakukan pada tikus, mekanisme biologisnya sangat relevan untuk manusia.
Para peneliti menyarankan:
Orang dengan riwayat radang gusi, diabetes, atau penyakit ginjal bisa mendapat manfaat besar dari suplemen omega-3 berkualitas (1.000–2.000 mg EPA+DHA/hari), olahraga ringan (jalan kaki, berenang, yoga), dan perawatan gigi rutin.
“Ini adalah bukti pertama bahwa pendekatan gaya hidup sederhana—olahraga + omega-3—bisa menjadi terapi pendukung non-farmakologis untuk penyakit mulut dan sistemik,” tambah Dr. Ribeiro.
Kesimulannya, minyak ikan omega-3 kini terbukti bukan hanya melindungi jantung dan otak, tapi juga menjaga kesehatan mulut, tulang rahang, dan ginjal melalui efek anti-inflamasi sistemiknya.
“Kesehatan dimulai dari mulut—dan omega-3 adalah jembatan antara kesehatan lokal dan seluruh tubuh,” kata para peneliti.***





