Temuan serupa juga terlihat pada studi tahun 2020 dan 2019 yang melaporkan bahwa peningkatan asupan omega-3, baik dari makanan maupun suplemen, hanya memberikan dampak minimal terhadap kadar gula darah.
Meski demikian, penelitian lain pada 2022 menemukan bahwa konsumsi omega-3 dapat menurunkan kadar gula darah puasa pada kelompok tertentu, baik pada individu dengan diabetes maupun tanpa diabetes.
Secara umum, belum ada bukti kuat bahwa suplemen omega-3 meningkatkan kadar gula darah. Karena itu, American Diabetes Association (ADA) tidak merekomendasikan konsumsi omega-3 secara rutin untuk semua pasien diabetes maupun pradiabetes.
Namun, omega-3 masih dinilai bermanfaat bagi penderita diabetes dengan risiko penyakit jantung, terutama mereka yang memiliki kolesterol tinggi.
Dalam kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan suplemen ini sebagai bagian dari strategi menjaga kesehatan kardiovaskular.***





