Ketika minyak ikan omega-3 dikonsumsi saat perut kosong, produksi empedu cenderung lebih rendah. Kondisi ini dapat memengaruhi efisiensi penyerapan nutrisi, karena lemak tidak dicerna secara maksimal.
Akibatnya, manfaat yang diperoleh tubuh berpotensi tidak seoptimal jika dikonsumsi di waktu terbaik minum minyak ikan omega-3.
Sejumlah kajian menunjukkan bahwa faktor terpenting bukanlah menit sebelum atau sesudah makan. Hal yang lebih berpengaruh adalah keberadaan lemak dalam makanan yang dikonsumsi bersama minyak ikan omega-3.
Selama sistem pencernaan aktif, penyerapan nutrisi tetap dapat berlangsung baik di sekitar waktu terbaik minum minyak ikan omega-3.
Asupan lemak dalam jumlah moderat dinilai sudah cukup membantu tubuh memproses minyak ikan omega-3.
Sumber lemak sederhana seperti telur, alpukat, susu murni, atau sedikit minyak nabati dapat mendukung penyerapan nutrisi secara signifikan.


