–Mengurangi peradangan: Antioksidan dalam delima membantu menenangkan inflamasi dan menjaga elastisitas pembuluh darah.
–Menurunkan tekanan darah: Beberapa studi menunjukkan jus delima dapat membantu menurunkan tekanan darah, faktor penting untuk mencegah stroke dan penyakit jantung.
–Melindungi dari risiko penyakit: Serat dalam biji delima terkait dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.
Hingga kini, belum ada penelitian yang secara langsung membandingkan manfaat jantung antara biji dan jus. Namun keduanya memberikan nutrisi penting sehingga sama-sama baik bagi kesehatan kardiovaskular.
Jadi?
Biji dan jus delima sama-sama kaya antioksidan serta memberi manfaat untuk jantung, namun biji delima unggul dalam hal kandungan serat.

