KITAINDONESIASATU.COM – Menjelang Ramadhan, meja makan biasanya dipenuhi hidangan hangat dan kaya rempah.
Tantangannya, aroma menggoda ini sering dibarengi lonjakan asupan karbohidrat dan gula, yang bisa memengaruhi kestabilan kadar glukosa darah, terutama bagi penderita atau mereka yang berisiko diabetes.
Namun, menjaga gula darah bukan berarti harus mengorbankan cita rasa.
Laporan kesehatan dari VeryWellHealth menyebutkan sejumlah rempah yang lazim digunakan saat musim dingin berpotensi mendukung respons insulin dan membantu menjaga keseimbangan gula darah, bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Kayu manis dikenal luas karena rasa manis alaminya, sehingga sering dimanfaatkan sebagai pengganti gula tambahan. Sejumlah studi menunjukkan rempah ini berkaitan dengan peningkatan sensitivitas insulin serta perbaikan kadar gula darah puasa dan indikator jangka panjang seperti HbA1c.
Jahe, dengan karakter hangat dan pedas, kerap hadir dalam masakan gurih. Penelitian mengaitkannya dengan penurunan kadar glukosa dan perbaikan parameter metabolik, meski para ahli mengingatkan agar konsumsinya tidak berlebihan, terutama bagi pengguna obat diabetes.





