Menurut Robin Mendelsohn, perdarahan anus merupakan gejala kanker kolorektal yang paling sering dilaporkan.
Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua perdarahan berarti kanker kolorektal, karena wasir juga menjadi penyebab umum.
Meski demikian, tanda kanker usus besar tetap tidak boleh diabaikan, khususnya pada kelompok dengan risiko peningkatan kanker kolorektal usia muda.
Selain perdarahan, perubahan kebiasaan buang air besar juga dapat menjadi gejala kanker kolorektal. Sensasi usus tidak kosong sepenuhnya termasuk tanda kanker usus besar yang sering diremehkan.
Mengenali sinyal tubuh menjadi langkah penting menghadapi kanker kolorektal dan tren peningkatan kanker kolorektal usia muda.
Anemia defisiensi besi turut disebut sebagai gejala kanker kolorektal potensial. Kondisi ini bisa menandakan adanya perdarahan tersembunyi pada saluran cerna, menjadikannya salah satu tanda kanker usus besar yang memerlukan evaluasi medis, terutama di tengah peningkatan kanker kolorektal usia muda.


