Kopi juga dapat memperburuk insomnia dan kecemasan, yang memperdalam gejala depresi.
7. Antipsikotik
Baik kafein maupun antipsikotik diurai melalui enzim yang sama di hati. Ketika keduanya bersaing, efektivitas obat dapat turun atau memicu gejala psikotik seperti kecemasan dan gangguan tidur.
8. Obat diabetes
Dua cangkir kopi kuat (200 mg kafein) dapat mengganggu respons insulin, memicu kenaikan gula darah mendadak atau menurunkannya terlalu cepat. Pasien diabetes yang kesulitan mengontrol gula wajib mengurangi kafein.
9. Obat asma
Kafein mirip secara kimia dengan teofilin. Jika diminum bersamaan, efeknya bisa berlipat ganda dan menyebabkan kegelisahan. Meski begitu, beberapa studi menunjukkan kopi bisa sedikit membantu pernapasan sehingga penggunaannya harus sangat terukur.
10. Antibiotik tertentu
Antibiotik golongan quinolone memperlambat pemecahan kafein, membuat efek kopi bertahan lebih lama dan meningkatkan risiko insomnia serta gugup berlebihan.
11. Obat imunitas
Studi tertentu menemukan konsumsi kopi berlebihan dapat mengurangi efektivitas methotrexate, meski hasilnya bisa berbeda tiap orang.

