Sebaliknya, individu yang kurang bergerak menunjukkan peningkatan protein tau di otak yang mempercepat gangguan memori dan berpikir.
Menurut Dr. Jasmeer Chhatwal, hasil ini menjelaskan mengapa beberapa orang dengan risiko Alzheimer tinggi tetap mampu mempertahankan kemampuan berpikir lebih lama. Gaya hidup aktif tampaknya memengaruhi fase awal penyakit, sehingga memulai kebiasaan sehat sejak dini dapat memperlambat timbulnya gejala.
Penelitian terhadap 296 peserta berusia 50–90 tahun ini melibatkan pemantauan aktivitas dengan pedometer dan pemindaian otak menggunakan PET.
Hasilnya, peserta yang lebih aktif menunjukkan penumpukan tau yang lebih sedikit, menandakan bahwa manfaat utama olahraga berasal dari perlambatan proses biologis tersebut.
Dr. Reisa Sperling dari Harvard Aging Brain Study menyebut hasil ini sebagai harapan baru dalam upaya mencegah demensia Alzheimer.
“Setiap langkah berarti. Peningkatan kecil dalam aktivitas fisik dapat membangun ketahanan otak dari waktu ke waktu,” ujarnya.***


