Ahli gizi Rupali Datta menjelaskan bahwa jahe juga membantu melancarkan sirkulasi darah.
Efek ini mendukung manfaat jahe dan kunyit, khususnya dalam mengurangi rasa kaku dan nyeri otot.
Beberapa studi juga menunjukkan konsumsi jahe dapat membantu penderita osteoartritis. Namun, hasilnya tetap bergantung pada dosis dan durasi penggunaan.
Hal ini menjadi pertimbangan penting dalam menilai mana lebih efektif jahe atau kunyit untuk peradangan.
Kunyit: Lebih kuat dengan kandungan kurkumin
Jika membahas jahe vs kunyit anti inflamasi, kunyit sering dianggap lebih unggul. Kandungan kurkumin mampu bekerja pada berbagai jalur inflamasi dalam tubuh.
Menurut Cleveland Clinic, kurkumin memiliki efek anti-inflamasi yang lebih luas dibandingkan senyawa alami lainnya.


